SMA PANGUDI LUHUR II SERVASIUS BEKASI
SMA Pangudi Luhur II Servasius - Jl. Kampung Sawah Bekasi 17431 - Indonesia  Telp. (021) 84593324/25 Fax. (021) 84593326
Jumat, 24 November 2017  - 2 User Online  
BERANDABUKU TAMUHUBUNGI KAMI 


09.03.2017 13:58:13 245x dibaca.
ARTIKEL
Elevasi Diri 2016 “Together To Be The Winner”

Rabu, 9 November 2016, pukul 08.00, siswa-siswi SMA Pangudi Luhur 2 Servasius angkatan 16 berkumpul di parkiran Gereja Servas sebelum memulai perjalanan ke Bandung. Setiap tahunnya SMA PL 2 akan mengadakan kegiatan Elevasi Diri bagi siswa-siswi kelas 12. Elevasi kali ini bertempatkan di Wisma Shalom, Bandung dan berlangsung selama 3 hari 2 malam. Kali ini, sekolah kembali bekerja sama dengan Tim Enlighten yang juga mendampingi kegiatan Character Building angkatan kami 2 tahun yang lalu.

Untuk kegiatan ini, kami semua dibagi dalam 18 kelompok. Setiap kelompok dibentuk secara acak dan merupakan gabungan dari 3 kelas IPA dan 3 kelas IPS. Kali ini saya berada di Kelompok 3. Banyak dari anggota kelompok saya lainnya yang belum saya kenal. Namun, melalui kegiatan ini saya dapat mengenal lebih banyak teman dari angkatan saya.

Kegiatan berjalan dengan amat sangat baik dan menyenangkan. Banyak hal yang bisa kami dapatkan. Kami diingatkan kembali mengenai nilai-nilai kepangudiluhuran, yaitu:

  • Percaya pada Tuhan
  • Disiplin
  • Jujur
  • Kerja keras dan cerdas
  • Terbuka
  • Mandiri
  • Rendah hati
  • Kreatif dan inovatif
  • Teladan baik

Tim enlighten menyampaikan nilai-nilai ini melalui beberapa permainan, salah satunya adalah permainan dimana fasilitator kelompok memegang 2 kertas dengan garis yang berjumlah berbeda, menjadi satu. Fasilitator berkeliling dan memperlihatkan kertas itu satu persatu kepada kami dan diam-diam menukar kertas yang ia pegang sehingga akan memperlihatkan jumlah garis yang berbeda pula. Setelah itu, kami diminta untuk menyebutkan jumlah garis yang kami lihat dan kami pun menyebutkan jumlah yang berbeda. Di sini, kami diajarkan untuk tetap jujur karena orang-orang cenderung ragu akan jawaban yang mereka punya dan menggantinya setelah mengetahui bahwa banyak orang memiliki jawaban yang berbeda dengan dirinya.

Selain diingatkan mengenai nilai kepangudiluhuran, kami juga diajarkan mengenai hukum tanam tuai. Apa yang kita tanam, itulah yang kita tuai. Karena itu kita harus banyak menanam hal baik agar menuai hasil yang baik pula. Saat itu, kami ditunjukkan sebuah video mengenai filosofi pohon bambu. Terkadang hidup ini seperti tanaman bambu. Sepertinya tidak menunjukkan perkembangan apa-apa hingga 4 tahun setelah ditanam. Tetapi, meskipun begitu, kita harus tetap tekun, sabar dan tidak menyerah untuk terus merawatnya karena sebenarnya dalam proses selama 4 tahun itu, tanaman bambu sedang mempersiapkan akarnya untuk menjadi akar yang kuat. Di tahun kelima, barulah akan tumbuh batang bambu. Begitu juga dengan hidup kita, saat hidup kita terasa tidak ada perkembangan apa-apa, tetaplah tekun dan bersabar karena suatu saat nanti pasti akan membuahkan hasil.

Sesekali, kami juga mengikuti hening bersama-sama selama 3-5 menit. Kegiatan ini bertujuan agar kita dapat lebih melihat kedalam diri kita sendiri, merefleksikan apa saja yang pernah kami lakukan, baik atau buruk, adakah yang harus diperbaiki atau ditingkatkan. Hening ini dilakukan setiap sebelum makan. Pada saat makan, kami diajak untuk belajar melayani. Kami melayani dengan mengambilkan makanan. Pada makan malam hari pertama kami sekelompok melayani kelompok lain dan pada makan siang hari kedua kami dilayani kelompok yang sudah kami layani kemarin. Di sini kami belajar untuk berkomunikasi dan memahami keinginan orang lain serta menyesuaikannya.

Selain itu kami juga melakukan berbagai macam permainan, yaitu games dar-der-dor, ikat kakiku, the jurney board game, gambar tangan, tebak gerak dan mendirikan bendera. Games dar-der-dor dan ikat kakiku adalah games kebersamaan. Games dar-der-dor merupakan permainan yang menguji kekompakan kelompok, fokus dan refleks diri, sedangkan games ikat kakiku mengajarkan kerja keras dan melatih ketangkasan kelompok. The journey board game merupakan permainan sejenis monopoli, dimana terdapat kartu suka, sedih, tantangan dan hukuman, serta di setiap kotak terdapat nilai-nilai kehidupan. Saat kita berhenti di kotak berisi nilai, kita harus menceritakan kejadian yang kita alami dan berhubungan dengan nilai tersebut. Saat kita berhenti dikotak suka, kita harus mengambil kartu suka dan mengikuti instruksi dari kartu tersebut. Begitu juga untuk kartu lainnya. Dalam permainan ini saya mendapat kesempatan untuk lebih mengenal pribadi anggota kelompok yang lain dan belajar memahami mereka. Di sini, saya mengerti bahwa semua orang memiliki pribadi yang berbeda dan unik, kami semua juga mepunyai cerita masing-masing dibaliknya, namun itulah yang membuat kita semua menjadi manusia yang saling melengkapi.

Gambar tangan dan tebak gerak kami mainkan di malam hari pertama. Permainan ini adalah permainan untuk menguji kemampuan berkomunikasi kelompok tanpa berbicara. Pada game gambar tangan, kami diminta untuk duduk dalam satu barisan. Orang pertama akan ditunjukkan gambar sederhana oleh fasilitator kelompok, kemudian orang tersebut akan menggambarkan gambar yang ia lihat di tangan orang kedua dengan menggunakan jari dan begitu seterusnya hingga orang terakhir. Kemudian orang terakhir ini menggambarkan di kertas menggunakan pulpen dan mengumpulkannya kepada fasilitator kelompok. Dalam permainan ini kami belajar untuk benar-benar memahami maksud orang lain dan menyampaikan hal yang sama kepada orang lain tanpa melebihkan atau mengurangi apapun. Pada game tebak gerak, salah satu anggota kelompok ditunjukkan 2 kata, kemudian orang tersebut harus memperagakannya di depan kelompok dan anggota yang lain menebak kata tersebut. Di sini, kami belajar untuk mengekspresikan diri dengan baik dan mengelola bahasa tubuh agar dapat menyampaikan apa yang kita maksud.

Permainan terakhir adalah mendirikan bendera. Permainan inilah yang paling berkesan di angkatan kami. Mula-mula dari 18 kelompok, kami dibagi menjadi 2 tim, kelompok 1-9 menjadi Tim A dan kelompok 10-18 menjadi Tim B. Masing-masing kelompok harus mengambil properti yang sudah diberi nomor kelompok dan nama tim. Setelah mengambil properti tersebut dan melewati tantangan, masing-masing tim berkumpul dan mulai mendirikan bendera menggunakan properti yang telah diambil masing-masing kelompok. Tantangan yang diberikan adalah untuk melewati 2 tali yang telah dibentangkan tanpa menyentuhnya. Ditambah lagi, kami juga tidak boleh menginjak rumput. Setiap kelompok disediakan 5 terpal kecil. Kami harus memanfaatkan terpal tersebut agar dapat melangkah kedepan tanpa menginjak rumput sehingga setiap anggota kelompok dapat mencapai ujung dan melewati tali. Pada awalnya kelompok saya dapat bekerja dengan cepat sehingga lebih unggul dari kelompok lain. Kami sudah berhasil melewati tali yang pertama, namun saat sampai di tali kedua, salah satu anggota kelompok saya mengenai tali tersebut sehingga kami mengulang dari awal. Pada kesempatan kedua pun kami gagal dan mengulang lagi. Gagal tidak menjadi masalah, yang terpenting adalah bagaimana kita bangkit dari kegagalan itu. Kami pun berusaha lagi dan berhasil melewati tali pertama. Saat akan melewati tali kedua, kelompok saya berinisiatif untuk bekerja sama dengan Kelompok 1 yang saat itu berada di samping kami dan sedang berusaha untuk melewati tali kedua juga. Saat kelompok lain bekerja sama dengan anggota kelompoknya sendiri, kami justru bekerja sama dengan kelompok lain. Namun, dengan ini kami malah dapat mencapai tujuan dengan lebih mudah. Di sini, saya belajar mengenai pentingnya bekerja sama, tidak hanya mengandalkan diri sendiri. Setelah semua kelompok dari tim kami sampai di ujung, kami mulai mendirikan bendera. Setelah bendera berhasil didirikan, kami bersama-sama menyanyikan Mars Pangudi Luhur. Saat kedua tim telah mendirikan bendera dan menyanyikan mars sekolah kami, kami juga menyanyikan lagu-lagu lainnya yang menyatakan pertemanan kami meskipun saat itu kami dari Tim A sedang bersaing dengan Tim B. “Di sini Tim A, di sana Tim B, dimana-mana kita saudara!” begitulah penggalan lagunya. Saat itu, saya sempat melihat tim fasilitator terkagum dengan kebersamaan dan kekompakan kami.

Selain bermain games, kami juga mendapat 4 tugas yang dikerjakan pada waktu yang berbeda-beda. Tugas pertama adalah tugas “Perjalanan Kami”. Setiap kelompok diminta untuk menggambarkan kondisi anggota-anggotanya dalam perjalanan menuju ke lokasi retret pada kertas A3. Tugas kedua adalah “Foto Diri”. Di sini, masing-masing anggota diminta untuk menempelkan foto diri dan menuliskan kekurangan serta kelebihan diri masing-masing pada sebuah kertas, kemudian kertas-kertas itu ditempel pada karton besar sesuai kelompok masing-masing. Tugas ketiga adalah “Foto Momen Terbaik”. Disini kami diminta untuk menceritakan secara singkat mengenai momen terbaik yang terjadi selama bersekolah di SMA Pangudi Luhur 2 sesuai dengan foto momen yang telah dibawa. Terakhir, tugas keempat adalah “Komitmen Kepada Orang Terkasih”.  Sebelumnya, kami juga telah diminta untuk membawa foto orang terkasih. Pada tugas ini, kami diminta untuk menuliskan komitmen kami terhadap orang yang kami kasihi. Cara pengerjaan tugas ketiga dan keempat sama seperti cara pengerjaan tugas kedua. Pada hari terakhir, kami juga diminta untuk menuliskan slogan kelompok dan memberikan tanda tangan di foto kebersamaan kelompok bersama bendera yang kami dirikan kemarin yang sudah dicetak dan dibingkai oleh tim fasilitator. Di sini, kelompok saya menuliskan “Good Team, Well Played” yang artinya kelompok yang baik yang telah bekerja dengan baik.

Saat itu, kami juga diberikan sebuah proyek yang akan dikerjakan per kelas. Kami diminta untuk menyiapkan sebuah acara yang akan diselenggarakan di sekolah pada saat pengambilan raport tanggal 17 Desember nanti. Di sini, kami dilatih untuk mampu mengorganisir sebuah acara karena keseluruhan keperluan kegiatan adalah tanggung jawab kami. Mulai dari tema, susunan acara, makanan, undangan untuk orang tua/wali, dan lain lain. Acara ini akan menjadi bentuk ungkapan terima kasih dan komitmen kami kepada orang tua atau wali setelah mendapatkan berbagai hal dari kegiatan elevasi diri ini. Saat itu, kami diberikan waktu sekitar satu setengah jam untuk berkumpul sesuai kelas masing-masing. Pertama-tama, kami bersama-sama mengikuti kegiatan keterbukaan. Kami memberikan feedback kepada teman-teman sekelas secara bergiliran. Pertama, kita mengungkapkan kelebihan orang yang akan kita berikan feedback, kemudian memberikan kritik yang membangun dengan diawali kata-kata “Kamu akan lebih baik kalau …” Karena saat itu waktu tidak cukup, hanya beberapa teman yang mendapatkan feedback. Setelah itu, kami masuk ke dalam 3 kelompok kecil yang sudah dibuat sebelumnya dan mulai mencari ide untuk proyek ini. Selanjutnya, masing-masing kelompok mengungkapkan ide yang sudah dibicarakan dan membuat kesepakatan ide yang terbaik yang akan dijadikan jalan untuk acara ini.

Pada malam kedua ada pembasuhan kaki. Namun, sebelumnya kami membuat batu teladan terlebih dahulu. Mula-mula, kami semua disediakan sebuah batu, kemudian kami diminta untuk menuliskan sebuah nilai yang berarti bagi kita yang sudah serta akan selalu kita pegang. Di sini, saya menuliskan kata jujur, karena menurut saya kejujuran adalah hal yang sangat penting dan selama hidup saya, saya selalu diajarkan tentang kejujuran. Karena itu jujurlah nilai yang akan selalu saya bawa. Setelah itu, kami semua berkumpul di sisi aula dan keluar aula secara bergiliran untuk dibasuh kakinya oleh wali kelas masing-masing. Pembasuhan ini adalah tanda bahwa mereka mengasihi kami dan juga merupakan bentuk penyucian dengan harapan setelah ini semua kejelekan dapat ditinggalkan. Setelah itu, kami kembali masuk ke aula dan menaruh batu teladan yang kami bawa diatas meja yang terdapat patung Yesus dan 2 lilin besar, lalu kami berdoa. Semua ini dilakukan dengan hening dan khidmat. Setelah semuanya selesai dibasuh dan berdoa, kami diberi kesempatan untuk meminta maaf terhadap teman-teman dan guru-guru serta jujur, mengungkapkan hal-hal yang ingin diungkapkan. Setelah selesai, kami kembali berkumpul dan mengikuti malam kebersamaan. Setiap kelompok harus menampilkan sesuatu baik menyanyi, drama atau yang lainnya. Kali ini, kelompok saya kembali berkolaborasi dengan kelompok lain, yaitu kelompok 2 dan 4. Pertama-tama, kami mengadakan permainan Jalan Serta Yesus yang melibatkan semua orang. Setelah itu, kami bersama-sama menyanyikan lagu dari Ipang yang berjudul Sahabat Kecil.

Terakhir, sebelum kembali ke Bekasi, kami semua mengikuti misa penutupan. Masing-masing ketua kelompok menyerahkan foto kebersamaan tim sebagai persembahan. Setelah itu, masuk ke pengumuman mengenai kelompok terbaik. Sebelumnya, saya tidak tahu bahwa akan ada penghargaan untuk kelompok terbaik. Tanpa disangka, kelompok saya dan kelompok 1 menjadi 2 kelompok terbaik. Kami sekelompok menjadi bingung karena tidak terpikir bahwa kelompok kami akan menjadi salah satu kelompok terbaik. Berkat kerja keras semua anggota dan kerja sama dengan semua orang, kami berhasil menjadi kelompok terbaik. Saya sangat senang karena pada elevasi diri kali ini saya dapat belajar banyak hal. Mulai dari kekompakan, kerja sama, kerja keras, kesabaran, ketekunan dan masih banyak lagi. 3 hari 2 malam tak cukup rasanya. Sungguh sangat berkesan, saya sangat bersyukur dan berharap dapat mengulang momen-momen pada elevasi diri ini. (Leny Kristianti / 12 IPA 1 - Angkatan 16)








^:^ : IP 54.198.221.13 : 2 ms   
SMA PANGUDI LUHUR II SERVASIUS BEKASI
 © 2017  http://smaplservasius-jkt.pangudiluhur.org/